Rabu, 14 Oktober 2015

Pengenalan Struktur Tumpuan Bangunan

  •  Tumpuan Struktur Bangunan

Tumpuan pada struktur bangunan pada umumnya bermacam-macam bentuknya, tetapi secara struktur bentuk tumpuan setiap konstruksi adalah sama, yaitu :


1.    Tumpuan Sendi

Definisi umum: tumpuan sendi sering disebut dengan engsel karena cara bekerja mirip dengan cara kerja engasel. Tumpuan sendi mampu memberikan reaksi arah Vertikal dan Horizontal, artinya tumpuan sendi dapat menahan gaya vertical dan horizontal atau dengan kata lain terdapat 2 buah variable yang akan diselesaikan (Ay dan Ax ). Tumpuan sendi ini dapat menahan momen.
Dalam kehidupan sehari-hari, tumpuan sendi paling banyak ditemui pada konstruksi jembatan, seperti pada Jembatan Kali Gajahwong yang berada di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta dan Jembatan Kali Progo di daerah Boyolali. Dimana salah satu tumpuan jembatan adalah tumpuan sendi.


Gambar 1.1 Sendi Jembatan Kali Gajahwong


Pada Jembatan Kali Gajahwong bentuk tumpuan sendi berbentuk seperti pada umumnya, dimana ada 2 segitiga yang mengapit sebuah rol sehingga tumpuan tersebut akan mampu menerima gaya baik vertikal maupun horizontal. Di Jembatan ini, terdapat 4 tumpuan sendi sekaligus yang terletak sejajar menyamping di bawah jembatan.



Gambar 1.2 Sendi Jembatan Kali Progo

Pada Jembatan Kali Progo di Boyolali bentuk tumpuan sendi berbentuk seperti ada 2 lingkaran yang membentuk sebuah sendi pada satu tumpuan. Bentuk sendi pada jembatan ini berbeda dengan bentuk sendi pada jembatan sebelumnya. Pada jembatan modern (baru) bentuk sendi sudah mengalami berbagai variasi salah satunya seperti pada Jembatan Kali Progo di Boyolali. Tetapi meskipun berbeda bentuk, sendi pada jembatan ini tetap memiliki konsep yang sama dengan sendi pada umumnya yaitu dapat menerima gaya dari segala arah tetapi tidak mampu menahan momen.

Kesimpulan:
Ada bermacam-macam bentuk atau variasi sendi pada tiap jembatan dan sendi dapat diartikan struktur yang tidak mengalami defleksi arah vertikal maupun horizontal dan hanya mengalami rotasi pada tumpuannya.



2.   Tumpuan Rol

   Definisi umum: Tumpuan yang dapat bergeser ke arahhorizontalsehingga tumpuan ini tidak dapat menahan gaya horizontal. Pada tumpuan terdapat roda yang dapat bergeser dimana berfungsi untuk mengakomodasi pemuaian pada konstruksi sehingga konstruksi tidak rusak. Tumpuan roll hanya mampu memberikan reaksi arah vertical, artinya tumpuan hanya dapat menahan gaya vertical saja,sehingga hanya terdapat 1 buah variable yang akan di selesaikan
( Ay saja ).
Dalam kehidupan sehari-hari, tumpuan rol paling banyak ditemui pada konstruksi jembatan sama seperti tumpuan sendi, seperti pada Jembatan Kali Gajahwong yang berada di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta dan Jembatan Kali Progo di daerah Boyolali. Dimana salah satu tumpuan jembatan adalah tumpuan sendi.

Gambar 2.1 Rol Jembatan Kali Gajahwong

Pada Jembatan Kali Gajahwong bentuk tumpuan rol terlihat jelas seperti pada gambar 2.1 dimana tumpuan tersebut akan mampu menerima gaya secara vertikal. Di Jembatan ini, terdapat 4 tumpuan rol yang terletak sejajar menyamping di bawah jembatan. Letaknya sendiri berada di sisi lain atau bersebrangan dengan letak tumpuan sendi.


Gambar 2.2 Rol Jembatan Kali Progo
 Pada Jembatan Kali Progo, sama seperti tumpuan sendi di jembatan ini, bentuk tumpuan rol pada jembatan ini pun memiliki variasi bentuk yang berbeda dengan rol pada umumnya. Rol di Jembatan ini terdapat 2 buah rol yang berjajar dan bentuknya hampir menyerupai katrol. Letaknya pun bersebrangan dengan letak tumpuan sendi.

Kesimpulan:
Terdapat variasi bentuk rol pada tiap jembatan dan rol dapat diartikan struktur yang tidak mengalami defleksi vertikal dan memiliki rotasi serta defleksi horizontal.






3.   Tumpuan Jepit
Definisi umum: Tumpuan jepit bisa di konstruksikan seperti misalnya balok yang di tanam tembokkan atau sebagai tumpuan pada balok teerusan ( jepitan elastis ).
Tumpuan jepit dapat memberikan reaksi atau tahan terhadap gaya horizontal, vertical dan bahkan mampu memberikan reaksi terhadap putaran momen. Sehingga pada tumpuan jepit terdapat 3 buah variable yang harus di selesaikan ( Ay, Ax, dan M ).

Dalam konstruksi bangunan, tumpuan jepit banyak ditemui di berbagai tempat, baik itu di kontruksi bangunan publik maupun pada konstruksi rumah sekalipun.


Gambar 3.1 Tumpuan Jepit di Rumah


Tumpuan jepit hampir di semua konstruksi bangunan gedung memiliki bentuk yang sama, hanya ukurannya saja yang berbeda. Seperti pada gambar 3.1 dimana balok disilangkan dengan kolom. Dan pada persilangan atau perpotongan itulah yang dinamakan tumpuan jepit.

Gambar 3.2 Tumpuan Jepit Stadion Sultan Agung
Pada konstruksi bangunan besar, seperti Stadion Sultan Agung, Bantul pun memiliki tumpuan jepit yang sama seperti pada konstruksi rumah. Dimana kolom dan balok disilangkan untuk membentuk tumpuan jepit. Pada  Stadion ini, terdapat banyak sekali tumpuan jepit dengan ukuran yang bervariasi, karena ukuran Stadion ini sendiri memang besar.

Kesimpulan:
Tumpuan jepit paling banyak ditemukan di berbagai konstruksi bangunan daripada tumpuan rol dan sendi. Tumpuan Jepit dapat diartikan struktur yang tidak mengalami rotasi, serta defleksi dalam arah vertikal maupun horizontal.
Gambar Tumpuan Jepit



Ket :
Ay                               : Gaya Vertikal
Ax                               : Gaya Horizontal
M                                : Gaya Momen
Rigid body                  : Batang Kayu
Fixed support             : Tumpuan Jepit
Roller support            : Tumpuan Roll

Pin support                : Tumpuan Sendi

Selasa, 13 Oktober 2015

Esai Hakikat Mahasiswa

Mahasiswa
Salam untuk kita para mahasiswa. Berbicara tentang mahasiswa tidak akan lengkap jika belum mengetahui makna dari mahasiswa itu sendiri. Dengan mengetahui makna mengenai mahasiswa maka akan lebih mudah untuk menggambarkan  apa saja yang berkaitan dengan Mahasiswa itu.

                Mahasiswa adalah seseorang yang telah menempuh pendidikan di tingkat SMA/SMK sederajad dan mulai menempuh ke dunia perkuliahan. Jadi mahasiswa memilki peranan yang sangat penting, dalam peran yang berkaitan dengan dirinya sendiri maupun dengan lingkungan di sekitarnya.Peran umum dari seorang mahasiswa pasti ialah belajar, mengikuti ujian kampus, dan berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Dan peran mahasiswa di lingkungan sekitarnya yaitu melalui keorganisasian.  Ketika kita berkumpul pada acara sambutan-sambutan yang di berikan oleh bapak rektor kemarin telah di jelaskan bahwa, mahasiswa merupakan “Agent Of Change”  yaitu mahasiswa sebagai pembawa perubahan bagi lingkungan dari kondisi social yang buruk menuju yang lebih baik.

                Menurut pendapat saya sekarang ini, banyak mahasiswa yang sangat kurang dalam menjadi agen perubahan bagi kalangan masyarakat kini, karena apa? Karena banyak kalangan mahasiswa sekarang ini yang terlalu sibuk untuk kepentingan diri sendiri, belajar di bidang akademiknya, bahkan kebiasaan “nongkrong bareng” yang tidak memiliki nilai tambah bagi dirinya sendiri, akibatnya  mahasiswa  tidak akan tergerak hatinya untuk meneliti keaadaan maupun kekurangan yang terjadi pada masyarakat sekarang, padahal kalangan muda dan masayarakat sangat menantikan gerakan-gerakan generasi muda yang bisa membangun semangat mereka sekarang ini.

                Dari penyampaian presentasi yang di berikan oleh para dosen-dosen pada kegiatan SpinITK pada tgl 11-13 Agustus 2015 kemarin ada 4 poin fungsi penting yang di miliki oleh mahasiswa:

a)      Agent of change ( sebagai agen perubahan )
Artinya di sini mahasiswa membantu untuk terjadinya perubahan. Siapa lagi selain kita para mahasiswa baru yang harus mampu menjadi generasi penerus yang lebih unggul. Dengan memberikan sebuah pendidikan dan pengetahuan pada masyarakat yang kurang, dan mengajak untuk bersosialisasi demi kesejahteraan bersama.

b)      Iron Stock ( Sebagai generasi Penerus masa depan )
Mahasiswa itu merupakan sebuah harta, cadangan, dan harapan bangsa masa depan sebagai generasi penerus berikutnya, karena para calon mahasiswa baru ini lah yang akan membangun masa depan Indonesia menjadi lebih cerah.

c)       Agent of social control ( sebagai penyampai kebenaran )
Mahasiswa sebagai control social yang peduli pada keadaan rakyat. Seperti penindasan dan ketidakadilan.

d)      Moral force ( Sebagai kekuatan moral )

Moral yang dimiliki mahasiswa itu di tuntut untuk dapat memberikan contoh teladan yang baik untuk yang lainnya terutama  kepada masyarakat. Agar menjadi tauladan yang lebih baik. Seperti mengadakan kegiatan kerohanian dan taman belajar.


Jadi mahasiswa merupakan roda sejarah sebagai penerus bangsa, karena mahasiswa merupakan harta dan harapan penuh pembangunan bangsa yang lebih maju, membuat sebuah perubahan yang positif. masyarakat membutuhkan mahasiswa yang berguna bagi bangsa dan Negaranya.

Tonton Video Mahasiwa Sebagai Agent of Change